Data BPS 2004,
jumlah pemuda usia 16 – 30 tahun sebanyak 61,8 juta jiwa atau 24,5% dari
penduduk Indonesia. Angka tersebut bisa menjadi peluang sekaligus juga ancaman
bagi bangsa. Jika pemuda-pemuda terbina dan terlatih kemandiriannya maka 10
tahun kedepan negara kita akan memiliki SDM yang sangat produktif yang mampu
membangun bangsa. Sebaliknya jika SDM tersebut tidak terbina, malas, dan tidak
produktif, maka akan menjadi beban berat bagi bangsa.
Dari jutaan anak
muda yang ada di Indonesia, LAZNAS yatim mandiri memiliki 1.400 anak binaan
usia 16 – 18 tahun yang berstatus yatim dengan tingkat ekonomi dan pendidikan
yang kurang layak. Dan merekalah yang nanti akan menjadi bagian dari generasi
penerus di Indonesia.
Sebagai bagian
dari membangun masa depan bangsa, LAZNAS Yatim Mandiri berencana memberikan
pendidikan, pelatihan dan pemberdayaan kepada binaan – binaan tersebut. Program
tersebut telah menjadi visi dan misi lembaga. Program ini juga menjadi bagian
dari sosialisasi program-program MEC dan STAINIM kepada binaan-binaan di
seluruh cabang yatim mandiri.
•
Pembinaan untuk binaan menjelang lulus SMA
•
Membangun mental kemandirian pasca SMA
•
Terbentuknya kelompok binaan pasca pelatihan
•
Tersosialisasikannya program-program MEC dan Stainim kepada anak yatim
binaan supercamp
•
Terlaksana supercamp yang diikuti oleh 800 anak yatim kelas 3 SMA
•
Terbentuk binaan pasca supercamp
•
Terlaksana pembinaan rutin pasca supercamp hingga lulus SMA
•
Pendaftar MEC dan STAINIM meningkat
·
Kemandirian,
·
Kewirausahaan,
·
Inspirasi Yatim
Sukses,
·
Sukses Kuliah
Walau Dhuafa
·
Fun Game
·
Members group
Rincian materi
terlampir
Untuk kegiatan supercamp 2017 target peserta yang mengikuti kegiatan
adalah 800 orang. Adapun peserta akan difokuskan kepada anak yatim dhuafa kelas
3 SMA dengan persyaratan sebagaimana berikut :
Syarat Peserta :
1. Yatim/Yatim Piatu
2. Mengisi formulir pendaftaran dgn
lampiran KTP, dan KK
3. Penerima Beasiswa Bestari lebih
diutamakan
4. Kelas 3 SMA/Sederajat
5. Sehat Jasmani dan Rohani
6. Mendapat Ijin dari orangtua/pengurus
panti
7. Membawa perlengkapan peserta yang
sudah dipersyaratkan
8. Siap mengikuti kegiatan sampai selesai
9. Diharapkan tidak membawa perhiasan dan
HP
Materi dilaksanakan dengan menggunakan
metode andragogi, serta berbasis experience learning dan learning by doing dengan pendekatan:
aksi, diskusi, refleksi. Pelaksanaan penyampaian materi ditunjang dengan materi
kelas (in-class training) yang tetap
mengacu kepada kegiatan luar ruangan yang telah dilaksanakan.
Supercamp
dilaksanakan selama dua hari satu malam, dalam range waktu, Desember 2017 – Maret 2018, dengan jadwal sebagaimana terlampir
1. Tim YM Pusat,
MEC dan STAINIM
2. Alumni MEC
3. Mahasiswa
Teladan (mandiri dan berprestasi) dari kampus2 favorit
4. Pemateri Tamu