Anak Yatim Bisa Berperan untuk Memajukan Indonesia

Anak Yatim Bisa Berperan untuk Memajukan Indonesia

APA PERAN PENDIDIKAN ANAK YATIM DALAM KEMAJUAN INDONESIA?

Pendidikan adalah salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasan seseorang. Selain itu pendidikan juga mampu merubah daya pikir seseorang menjadi lebih baik. Pendidikan bukan hanya berbatas pada akademik, tapi juga pendidikan akhlak tak kalah penting

Pendidikan adalah hak setiap anak, tak terkecuali anak yatim. Beban berat yang mereka pikul setelah kepergian sang ayah, akan mengajarkan kerja keras dikehidupan mereka. Kerja keras itulah modal awal yang akan membawa mereka dekat dengan kesuksesan dan menjadi kebanggaan negeri ini

Mari sahabat menjadi cerita di perjuangan dan kesuksesan mereka. Karena pendidikan layak untuk mereka dapatkan

@yatimmandiri
www.yatimmandiri.org

#yatimmandiri #pendidikanindonesia #pendidikan #pejuangpendidikan #pendidikananak #yatimdhuafa #zakat #infak #sedekah #wakaf
Temu Wali Binaan Sanggar Genius Kanor

Temu Wali Binaan Sanggar Genius Kanor

Yatim Mandiri Cabang Bojonegoro selenggarakan Rapotan & Temu Wali Binaan Sanggar Genius Kanor pada Sabtu 11 Januari 2020. Acara yang bertempat di kediaman Kiai Abdul Mu'in (selaku kordinator) tepatnya di Ds. Temu Kec. Kanor dihadiri oleh anak-anak binaan sanggar Genius dan para walinya. Hingga saat ini ada 19 anak Yatim dan Dhuafa yang mengikuti proses belajar Matematika di sanggar ini.

Dalam Pertemuan ini Guru Sanggar Genius Kanor menyampaikan Laporan Hasil Belajar (Raport) kepada para siswa-siswi binaan dan walinya.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk laporan hasil belajar dan evaluasi sanggar selama satu semester. Di selenggarakan di seluruh Sanggar Genius yang ada diwilayah sebaran program Yatim Mandiri Bojonegoro.


Program Sanggar Genius merupakan program pendampingan belajar anak-anak yatim dalam bidang mata pelajaran umum khususnya matematika dan pembinaan akhlaq yang berbasis keluarga melalui ustad/zah yang telah ditugaskan oleh Yatim Mandiri dalam suatu tempat yang menjadi sebaran binaan anak-anak Yatim Mandiri. Yatim Mandiri Cabang Bojonegoro Jl. Panglima Polim Gang Mangga 2 No.59

Info Program : 081339999138 WhastApp: 085234455564 Email : bojonegoro@yatimmandiri.org























Pembukaan Tempat Belajar Anak Yatim di Dusun Manding, Bojonegoro

Pembukaan Tempat Belajar Anak Yatim di Dusun Manding, Bojonegoro

Pada Minggu (8/9), Yatim Mandiri Bojonegoro telah resmi membuka tempat belajar untuk anak-anak yatim dan dhuafa, yakni Sanggar Genius, di Dusun Manding, Desa Temu, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.

Acara yang diikuti oleh 23 anak yatim dan dhuafa calon binaan Sanggar Genius dan para walinya ini, bertempat di Madin Ar Raudhoh, Dusun Manding RT06/RW04. Pengurus Madin Ar Raudhoh sangat mendukung program Sanggar Genius ini. Dan akan membantu memfasilitasi agar proses belajar anak-anak yatim di Sanggar Genius Kanor ini bisa berjalan lancar.(*)



Rapat Kordinasi Optimalisasi Program Genius dan Duta Guru

Rapat Kordinasi Optimalisasi Program Genius dan Duta Guru

Yatim Mandiri pada Sabtu (04/5), menggelar rapat kordinasi optimalisasi Program Genius dan Duta Guru untuk anak-anak yatim dan dhuafa. Bertempat di Graha Yatim Mandiri Pusat Jl. Raya Jambangan 135-137 Surabaya. Acara ini diikuti sebanyak 21 supervisor relawan Genius dan Duta Guru dari 17 kota di Regional Office 1 (RO1) Yatim Mandiri.  

Supervisor Genius dan Duta Guru mendapatkan informasi mengenai capaian program selama tahun 2018. Selain itu, mereka juga mendapatkan pengukuhan dari General Manager RO1 Yatim Mandiri, Imam Fahrudin. Materi utama yang diterima oleh para supervisor Genius dan Duta Guru adalah materi Leadership yang disampaikan oleh Direktur Program Yatim Mandiri, Hendy Nurokhmansyah. 

Sementara itu, Sidrotul Muntaha Aremhas selaku Ketua Panitia mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai pengembangan akademik untuk bekal para mereka sebagai leader relawan guru di cabangnya masing-masing. 

“Besar harapan kami, pada pertemuan kali ini dapat memberikan dampak yang besar kepada progres dan tercapainya target program Genius dan Duta Guru di tahun 2019 ini,” ujarnya.(*)

Anak-anak yatim dan dhuafa di Ds. Sarirejo semakin antusias mengikuti sanggar Genius.

Anak-anak yatim dan dhuafa di Ds. Sarirejo semakin antusias mengikuti sanggar Genius.


Semenjak dibuka Februari lalu sanggar Genius Yatim Mandiri Bojonegoro yang bertempat di Kompleks Madrasah Diniyah Al-Mubarok Ds. Sarirejo Kec. Balen tidak pernah sepi, tiga kali dalam seminggu anak-anak yatim dan  dhuafa sangat antusias dan rajin mengikuti level demi level materi bimbingan matematika sanggar genius. Total ada 16 anak yang terdiri dari yatim dan dhuafa menjadi anak binaan sanggar genius sarirejo ini.

Sanggar GENIUS adalah sebuah program bimbingan belajar matematika, pelajaran umum dan pembinaan akhlaq untuk anak yatim dan dhuafa tingkat SD.  Pelajaran matematika sebagai materi utama, dan materi pelajaran lain sebagai pelengkap.

Pilihan matematika sebagai materi utama dikarenakan kemampuan dasar matematika diharapkan mampu mengoptimalkan pola pikir sehingga mendukung kemampuan belajar anak-anak untuk materi ajar apapun.

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.

Sementara di masyakarat kategori menengah ke bawah, dimana anak-anak yatim dan anak dhuafa tinggal, belum ada materi pembinaan belajar matematika kecuali di sekolah. Sehingga ilmu dasar yang harus dimiliki ini tidak banyak dikuasai oleh mereka. Untuk itu Yatim Mandiri mengambil bidang ini sebagai fokus utama pembinaan.

Selain itu, materi pelajaran umum dan pembinaan akhlaq tetap dilakukan. Dengan demikian anak yatim dan dhuafa binaan tetap mampu mengikuti pelajaran di sekolah dan memiliki perilaku yang santun dan tertib dalam belajar dan kehidupan. Dan diharapkan anak yatim dan dhuafa binaan akan mampu mandiri belajarnya. 

Program ini juga melibatkan para relawan Guru Genius yang memiliki kompetensi dan komitmen terhadap pembinaan anak yatim dan dhuafa. Melalui seleksi yang ketat, pembinaan yang kontinyu, dan pengawasan yang terus menerus diharapkan para guru ini akan mampu melahirkan anak yatim yang “Cerdar, Santun, dan Tangguh”.



Evaluasi Belajar Yatim Binaan Sanggar Genius Baureno, Bojonegoro

Evaluasi Belajar Yatim Binaan Sanggar Genius Baureno, Bojonegoro


Yatim Mandiri Bojonegoro pada Selasa (22/1), menggelar acara Gathering dan Rapotan anak-anak yatim binaan Sanggar Genius Baureno, Bojonegoro. Bertempat di Sanggar Genius Baureno, Desa Tanggungan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.
Acara yang dihadiri oleh 10 anak yatim dan wali Sanggar Genius ini, merupakan pelaporan dan evaluasi dari hasil belajar mereka selama di Sanggar Genius. Satu persatu menerima laporan hasil belajar selama 2018. Tak hanya itu, Yatim Mandiri Bojonegoro juga memberikan apresiasi kepada anak yatim yang telah mencatatkan prestasi selama tahun 20018. 
Semenjak Sanggar Genius ini dibuka 2018 lalu, anak-anak binaannya kini telah banyak mengalami peningkatan dalam kualitas belajarnya. Seperti yang dialami oleh salah satu anak yatim Sanggar Genius Baureno, Ahmad Bagus Rinangku. Ia berhasil meraih prestasi 10 besar dalam Olimpiade Matematika Tingkat Kecamatan Baureno. 
Yatim Mandiri Bojonegoro mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung program Sanggar Genius. Semoga prestasi belajar anak-anak yatim terus meningkat.
Mari terus salurkan donasi Anda melalui Yatim Mandiri untuk Program Pendidikan, Kesehatan dan Kemandirian Anak Yatim Dhuafa Indonesia.

INFORMASI PROGRAM & DONASI
Yatim Mandiri Bojonegoro
Alamat: Jl. Panglima Polim, Gang Mangga Dua, No. 59
WhattsApp: 081 6595 616
www.yatimmandiri.org
Selamat Datang Sang Juara

Selamat Datang Sang Juara


Torehan Aril (sapaan akrab M. Syahril Zimran) meraih juara 1 Olimpiade Matematika dalam event Olimpiade Matematika & Al Qur'an (OMATIQ) 2017 di Jakarta menghenyak berbagai pihak. Pasalnya, Aril masih kelas 4 sedangkan kompetitornya rata-rata yang kelas 6, yang tentu saja dalam hal penyerapan materi akan lebih banyak. Namun Aril membuktikan bahwa dia mampu menaklukkan soal demi soal dari babak penyisihan, Rangking 1, dan Grand Final.

Pertanyaannya, apakah aril tiba - tiba juara?

Tentu saja tidak, Aril sudah mengorbankan banyak waktu dan tenaga untuk menyiapkannya.
Setelah belajar secara reguler di sekolahnya,
MI Mambaul Ulum Landean, Aril aktif belajar di sanggar genius Klotok. Tidak cukup di situ, Aril juga mengikuti program khusus yakni kelas matematika Sanggar Genius Unggulan (SGU) di kantor Yatim Mandiri Tuban setiap Sabtu - Minggu satu bulan 2 kali.
Program ini memang diinisiasi untuk menyiapkan adik - adik yatim mengikuti Olimpiade.

Untuk mengasah kemampuan, berbagai olimpiade matematikapun di ikuti oleh Aril dan kawan-kawan, seperti OMSI 2 (diselenggarakan oleh KPM), PEMNAS (Unibraw) dan MCR (UNESA).
Menjelang pelaksanaan OMATIQ, nyaris tidak ada hari Minggu buat Aril, karena kalau tidak masuk SGU maka Aril akan mengikuti olimpiade eksternal, selain itu juga ada jam tambahan dari guru geniusnya.
Dengan daya tangkap yang baik, perkembangan Aril cukup melesat, sehingga ketika babak penyisihan aril mampu menyisihkan rekan - rekannya untuk melenggang ke Jakarta.
Selamat datang sang juara, teruslah berproses, karena tantangan ke depan tidak semakin mudah. Kata pepatah "Mempertahankan jauh lebih susah dari pada mendapatkan".

Sandiaga Uno Mengapresiasi OMATIQ

Sandiaga Uno Mengapresiasi OMATIQ

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Olimpiade Matematika dan Qur'an Nasional (OMATIQ) yang diselenggarakan oleh Yatim Mandiri bekerjasama dengan LAZ BSM, BNI Syariah, Yayasan Hasanah Titik dan beberapa lembaga lainnya.
Kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari 43 daerah di Indonesia ini digelar di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Menurut Sandiaga, dalam kegiatan ini, anak-anak tak hanya dibekali ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), tetapi juga iman dan taqwa (imtaq).
"Saya mendukung acara ini. Ada dua pilar yang dikembangkan, iptek dan imtaq," ujarnya, Sabtu (21/10).
Sandiaga juga menyambut baik adanya lembaga sosial seperti Yatim Mandiri yang bermitra dengan pemerintah untuk mengadakan kegiatan ini.
Kegiatan final OMATIQ diselenggarakan 20 - 22 Oktober 2017, dengan menyisakan 170 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
http://yatimmandiri.org/