Yatim Mandiri Raih Juara Tingkat Nasional

Yatim Mandiri Raih Juara Tingkat Nasional

Yatim Mandiri Juara III Lembaga Sosial Tingkat Nasional

Alhamdulillah, Yatim Mandiri berhasil meraih Juara III Lembaga Kesejahteraan Sosial Tingkat Nasional dalam lomba Pilar-pilar Sosial Teladan Tingkat Nasional, yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. 

Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Menteri Sosial Juliari P. Batubara kepada Direktur Utama Yatim Mandiri Zaini Faisol, pada Kamis (19/12), dalam acara Peringatan Bulan Bakti Kesetiakawanan Sosial, di Banjarmasin.


Pilar-pilar sosial adalah salah satu elemen masyarakat yang berperan penting dalam mendorong kesuksesan pembangunan kesejahteraan sosial. 


Ajang ini adalah upaya pemerintah memberikan apresiasi kepada pilar-pilar sosial atas pengabdiannya kepada masyarakat, konsistensinya dalam mewujudkan kemandirian, existensi dan kinerja dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di wilayahnya.(*)

Yatim Mandiri Bojonegoro

🏠 Jl. Panglima Polim Gang Mangga Dua No.59
📱 0813 3999 9138
📧 bojonegoro@yatimmandiri.org
🌐 www.yatimmandiri.org
🌐 www.mandiribersama.org
🎬 YouTube | YATIMMANDIRI.TV
Yatim Mandiri Juara I Lembaga Kesejahteraan Sosial Tingkat Provinsi Jatim 2019

Yatim Mandiri Juara I Lembaga Kesejahteraan Sosial Tingkat Provinsi Jatim 2019


Yatim Mandiri berhasil meraih Juara I sebagai Lembaga Kesejahteraan Sosial dalam lomba Pilar-pilar Sosial Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2019, yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. 


Penyerahan penghargaan dilakukan pada acara Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2019, pada Sabtu (14/12). Bertempat di Alun-alun Kabupaten Jombang. Tropi dan piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si kepada Direktur Utama Yatim Mandiri Zaini Faisol, S.M.

Dalam sambutannya, Zaini Faisol mengucapkan terima kasih kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur atas penghargaan yang telah diberikan kepada Yatim Mandiri. “Selain itu, Yatim Mandiri juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan para donatur yang telah turut mendukung dan membantu kemandirian anak-anak yatim dan dhuafa diseluruh pelosok negeri,” kata Direktur Utama Yatim Mandiri.(*)

@yatimmandiri
#YatimMandiri
#QuotesNasehat
#SemangatBerkarya
#Indonesia
#BerbagiBahagia

Yatim Mandiri Bojonegoro

🏠 Jl. Panglima Polim Gang Mangga Dua No.59
📱 0813 3999 9138
📧 bojonegoro@yatimmandiri.org
🌐 www.yatimmandiri.org
🌐 www.mandiribersama.org
🎬 YouTube | YATIMMANDIRI.TV
Yatim Mandiri mendapatkan penghargaan Tahfidz Award

Yatim Mandiri mendapatkan penghargaan Tahfidz Award


Penghargaan Tahfidz Award dari STIDKI AR-RAHMAH untuk Yatim Mandiri

Sahabat, Yatim Mandiri kembali mendapat penghargaan. Kali ini penghargaan yang ditujukan sebagai lembaga pelopor pendidikan anak yatim ini diserahkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar-Rahmah Surabaya. 

Dalam acara yang bertajuk Tahfidz Awards yang diadakan di Empire Palace Surabaya penghargaan tersebut diberikan Penghargaan ini wujud apresiasi pihak STIDKI Ar-Rahmah atas segala capaian Yatim Mandiri dalam meningkatkan pendidikan anak yatim serta turut melahirkan imam dan manajer masjid yang ahli Al-Quran


Terimakasih Yatim Mandiri ucapkan atas semua pihak yang terlibat atas capaian Yatim Mandiri. Muzzaki, Mustahik, Donatur, mitra, serta para amil yang turut bersinergi meningkatkan pendidikan yatim di Indonesia

#YatimMandiri #Penghargaan #STIDKI #Pendidikan #YatimBisa #YatimJuara #PendidikanYatim #YatimPrestasi #YatimDhuafa #BerbagiSemangat #BerbagiBahagia #Amanah #BeraniBerhijrah
 Muhammad Ridwan Nur Hafidz - Yatim Hafidz Al-Quran

Muhammad Ridwan Nur Hafidz - Yatim Hafidz Al-Quran

Nama lengkapnya Muhammad Ridwan Nur Hafidz atau Ridwan sapaan akrabnya, merupakan salah satu anak yatim binaan Yatim Mandiri Yogyakarta. Awalnya, Ridwan bergabung di Sanggar Genius Pulokadang dan berhasil masuk seleksi Sanggar Genius Unggulan (SGU).  

Ridwan ditinggalkan oleh ayahnya sejak kelas II Madrasah Ibtidaiyah. Bapaknya meninggal karena sakit. Ridwan merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara dari pasangan Muhammad Umar dan Erni Hartantri. 


Ridwan lahir di Karanganyar, 19 Desember 2006 dan sekarang menetap di Dusun Brajan RT. 02 Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Ridwan memulai pendidikannya di TK Negeri Pembina Bantul, kemudian melanjutkan ke MI Nurul Ulum, Donotirto, Kretek Bantul. 


Adapun prestasi yang pernah diraih Ridwan antara lain Juara 1 Komputer Kid pada waktu masih TK. Setelah masuk ke jenjang pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum sekaligus tinggal di Ponpes Nurul Ulum, Ridwan tidak bisa leluasa untuk mengikuti acara diluar karena adanya aturan di pondok yang membatasi kegiatannya di luar. 


Namun, bukan berarti Ridwan tidak berprestasi. Tahun kemarin Ridwan berhasil masuk 3 besar juara OMATIQ Nasional Bidang Al-Quran tingkat cabang, sehingga berhak masuk daftar delegasi peserta OMATIQ Nasional di Jakarta mewakili Yatim Mandiri Yogyakarta. Meskipun di OMATIQ Nasional di Jakarta tahun kemarin belum berhasil masuk 3 besar, namun Ridwan tetap semangat menggali ilmu Al-Quran. 


Alhamdulillah, sekarang Ridwan sudah berhasil menghafalkan Al-Quran 23 Juz dan akan segera menyelesaikan hafalannya sampai 30 juz. Adapun program Yatim Mandiri yang sudah diterimanya meliputi program Sanggar Genius, Sanggar Genius Unggulan, ASA, BESTARI, dan SGQ.


Ridwan bercita-cita menjadi penghafal Al-Quran dan menjadi Kyai yang memiliki pondok pesantren sendiri. Rupaya Ridwan termotivasi dari bapak ibunya yang mengharapkan semua anak-anaknya menjadi penghafal Al-Quran. Kakaknya Ridwan yang bernama Muhammad Arif Nur Hafidz (22) sudah lebih dahulu berhasil menjadi seorang hafidz yang hafal 30 juz dan adiknya Cintia Putri (6) yang masih duduk di bangku TK ternyata sudah hampir selesai menghafal juz 30.


Ada hal menarik di balik kesuksesan Ridwan menghafal Al-Quran beserta kakak dan adiknya. Rupaya kunci kesuksesan anak-anaknya terletak pada baktinya bapak ibunya kepada orang tuanya dahulu. Selain itu bapak ibunya juga sangat menjaga kehalalan dan kebaikan (Halalan Toyyiban) makanan untuk anak-anaknya, jangan sampai tercampur dengan makanan yang subhat apalagi haram. 


Selain menjaga kehalalan makanan, ibunya juga sangat menjaga pergaulan anak-anaknya, jangan sampai terpengaruh oleh lingkungan yang negatif. Bahkan anak pertamanya yang sekarang menempuh pendidikan di UGM Jurusan IT semester 8 mendapatkan beasiswa pendidikan S2 di Jepang dan Australia. Namun tidak diambil karena tidak diizinkan oleh ibunya, takut hafalan anaknya hilang karena pergaulan di luar negeri. 


Bapak ibunya yang memang dari dulu bertekad untuk mewujudkan mimpinya supaya semua anak-anaknya menjadi penghafal Al-Quran bukan hanya angan-angan. Hal itu dibuktikannya dengan memasukan anak-anaknya ke pondok. (ros)
Selamat Datang Sang Juara

Selamat Datang Sang Juara


Torehan Aril (sapaan akrab M. Syahril Zimran) meraih juara 1 Olimpiade Matematika dalam event Olimpiade Matematika & Al Qur'an (OMATIQ) 2017 di Jakarta menghenyak berbagai pihak. Pasalnya, Aril masih kelas 4 sedangkan kompetitornya rata-rata yang kelas 6, yang tentu saja dalam hal penyerapan materi akan lebih banyak. Namun Aril membuktikan bahwa dia mampu menaklukkan soal demi soal dari babak penyisihan, Rangking 1, dan Grand Final.

Pertanyaannya, apakah aril tiba - tiba juara?

Tentu saja tidak, Aril sudah mengorbankan banyak waktu dan tenaga untuk menyiapkannya.
Setelah belajar secara reguler di sekolahnya,
MI Mambaul Ulum Landean, Aril aktif belajar di sanggar genius Klotok. Tidak cukup di situ, Aril juga mengikuti program khusus yakni kelas matematika Sanggar Genius Unggulan (SGU) di kantor Yatim Mandiri Tuban setiap Sabtu - Minggu satu bulan 2 kali.
Program ini memang diinisiasi untuk menyiapkan adik - adik yatim mengikuti Olimpiade.

Untuk mengasah kemampuan, berbagai olimpiade matematikapun di ikuti oleh Aril dan kawan-kawan, seperti OMSI 2 (diselenggarakan oleh KPM), PEMNAS (Unibraw) dan MCR (UNESA).
Menjelang pelaksanaan OMATIQ, nyaris tidak ada hari Minggu buat Aril, karena kalau tidak masuk SGU maka Aril akan mengikuti olimpiade eksternal, selain itu juga ada jam tambahan dari guru geniusnya.
Dengan daya tangkap yang baik, perkembangan Aril cukup melesat, sehingga ketika babak penyisihan aril mampu menyisihkan rekan - rekannya untuk melenggang ke Jakarta.
Selamat datang sang juara, teruslah berproses, karena tantangan ke depan tidak semakin mudah. Kata pepatah "Mempertahankan jauh lebih susah dari pada mendapatkan".

Sandiaga Uno Mengapresiasi OMATIQ

Sandiaga Uno Mengapresiasi OMATIQ

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Olimpiade Matematika dan Qur'an Nasional (OMATIQ) yang diselenggarakan oleh Yatim Mandiri bekerjasama dengan LAZ BSM, BNI Syariah, Yayasan Hasanah Titik dan beberapa lembaga lainnya.
Kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari 43 daerah di Indonesia ini digelar di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Menurut Sandiaga, dalam kegiatan ini, anak-anak tak hanya dibekali ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), tetapi juga iman dan taqwa (imtaq).
"Saya mendukung acara ini. Ada dua pilar yang dikembangkan, iptek dan imtaq," ujarnya, Sabtu (21/10).
Sandiaga juga menyambut baik adanya lembaga sosial seperti Yatim Mandiri yang bermitra dengan pemerintah untuk mengadakan kegiatan ini.
Kegiatan final OMATIQ diselenggarakan 20 - 22 Oktober 2017, dengan menyisakan 170 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
http://yatimmandiri.org/
Selamat Belajar Era

Selamat Belajar Era

RISWANTO: Era Monita tak menyangka bisa mengenyam bangku kuliah. Sejak ditinggal mendiang ayahnya pada umur 13 tahun, praktis hanya ibunya saja yang banting tulang mencari nafkah.
Rumah berdinding anyaman bambu yang sebagian sudah lapuk dan nyaris tidak ada barang berharga cukup memberikan gambaran bagaimana kehidupannya.
Memang Era adalah anak bungsu dari 7 bersaudara, namun saudaranya juga masih berjuang dengan kehidupannya masing – masing. Era termasuk anak berprestasi dan aktif dikegiatan sekolah. kepribadiannya yang sangat baik membuat Ia disayangi guru dan teman-temannya. Keinginan Era untuk bisa kuliah sangat tinggi, namun ketiadaan biaya hampir saja memupus harapannya.
Disaat itulah, Yatim Mandiri hadir menawarkan solusi buat Era, melalui program kuliah full beasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam An Najah Indonesia Mandiri (STAINIM), sebuah Perguruan Tinggi yang dikelola oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Yatim Mandiri. Antusiasme Era layak diacungi jempol, disaat teman sebaya ditempat asalnya lebih memilih untuk langsung bekerja atau menikah usai sekolah, Era menempuh jalan lain yang tak populer.
Tak butuh waktu lama, alumni SMAN Grabagan ini langsung menyatakan minatnya untuk mendaftar di STAINIM. Setelah melalui serangkaian tes seleksi dan survey, akhirnya dara kelahiran 5 Juli 1998 ini diterima di STAINIM jurusan Manajemen Pendidikan Islam. Dan hari ini,
Alhamdulillah ananda Era Monita sudah masuk asrama, pergi untuk menggapai mimpinya, meninggalkan tempat kelahirannya di desa Gesikan kecamatan Grabagan. Menguatkan hati meninggalkan ibunya seorang diri di rumah. Karena Era sadar, tak kan ada keberhasilan tanpa pengorbanan.
Selamat belajar Era. Semoga Allah memberikan kemudahan atas usahamu mengubah kehidupanmu menjadi lebih baik. Dan semoga pendidikan dapat menjadi alat pemutus rantai kemiskinan.
Dan semoga Yatim Mandiri Senantiasa bisa selalu hadir untuk memberikan harapan kepada mereka yang tak boleh pudar harapannya, menyemangati jiwa yang lemah dan menyambung harap yang hampir putus asa. Semoga.